Riksa Uji Forklift di Bandung
Riksa Uji Forklift di Bandung

Riksa Uji Forklift di Bandung. Riksa Uji merupakan pengujian dan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala maupun baru pada alat kerja. Berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya pada Permen No.4/MEN/85 tentang Pesawat Angkat dan Angkut (misal: forklift, backhoe, loaders, excavators, cranes), mewajibkan perusahaan mempunyai Ahli K3 agar pelaksanaan K3 di tempat kerja berjalan optimal. 

Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Forklift

Prosedur pemeriksaan dan pengujian Forklift terdiri dari beberapa tahap:

Tahap Persiapan Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat dan Angkut

  1. Kelengkapan Data Pesawat AngkatSebelum melakukan pemeriksaan dan pengujian langkah pertama yang harus disiapkan adalah kelengkapan data dari pesawat angkat yang akan diperiksa dan diuji.Pemeriksaan dan kelengkapan data pesawat ini meliputi:
    • Data teknis atau riwayat hidup
    • Gambar konstruksi
    • Wiring diagram
    • Sertifikat bahan
    • Dan lain-lain
  2. Peralatan Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat
    1. Peralatan pemeriksaan visual
      • Kaca pembesar
      • Kunci-kunci
      • Palu
      • Jangka sorong
      • Lampu senter
      • Pulley gauge
      • Filter gauge
    2. Peralatan uji tanpa rusak
      • Magnetic particle inspection device
      • Ultrasonic tester
      • Radiographic tester
      • Wire rope tester
      • Penetrant dye
    3. Peralatan pengujian beban
      • Alat penimbang beban
      • Meteran
      • Pengukur beban
      • Theodolite
      • Beban Uji
  3. Personil Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat AngkatBerdasarkan UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, maka personil yang berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian pesawat angkat adalah:
    1. Pegawai pengawas
    2. Ahli keselamatan kerja
    3. Operator pesawat angkat
    4. Pembantu pelaksana
      1. Bidang mekanik
      2. Bidang listrik
      3. Operator uji tanpa rusak
      4. Rigger
    Dalam hal ini tidak berarti bahwa pelaksanaan pemeriksaan pesawat angkat tersebut tidak boleh dilibatkan pihak ketiga.

Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Angkat dan angkut

  1. Pemeriksaan komponen pesawat angkat
    1. Pemeriksaan tenaga penggerak
      1. Motor bakar
      2. Motor hidrolis
      3. Motor angin
    2. Pemeriksaan pemindah tenaga penggerakPemeriksaan pemindah tenaga penggerak (drive train) dari kopling, versenelling, reduction gear dsb
    3. Pemeriksaan konstruksi bawah
      1. Pemeriksaan roda dan rantai
      2. Pemeriksaan silinder dan roda dari sistem hidrolis
      3. Pemeriksaan rem kaki dan tangan
      4. Pemeriksaan roda gigi pemutar dan badan meja putar
      5. Pemeriksaan sistem kemudi
      6. Pemeriksaan kondisi badan (chassis)
    4. Pemeriksaan konstruksi atas
      1. Pemeriksaan kondisi badan pengimbang
      2. Pemeriksaan kabin operator dan peralatan yang ada di dalamnya
      3. Boom dan Jib
      4. Sambungan ujung
      5. Drum
      6. Sheave
      7. Tali kawat baja
      8. Rantai
      9. Kait
      10. Shackle dan baut mata
      11. Head ball
  2. Pemeriksaan perangkat keselamatan kerja Pemeriksaan ini meliputi:
    1. Automatic Indicator Devices
      1. Weight Load Indicator
      2. Load Moment Linear
      3. Boom Angle Indicator
      4. Drum Turn Indicator
      5. Shift Loading Indicator
      6. Level Indicator
      7. Radius Indicator
    2. Kunci-kunci (Lock)
      1. Out riggers lock
      2. Boom hoist brake lock
      3. Swing lock
      4. Drum brake lock
      5. Hoist brake lock
    3. Tabel beban (load chart)
    4. Daftar radius operasi
    5. Boom back stop
    6. Anti-two block
  3. Pemeriksaan uji tanpa rusakMetode uji tanpa rusak yang dipakai tergantukng kepada lokasi dan tipe kerusakan yang diuji.
    1. Magnetic particle inspection
    2. Ultrasonic test
    3. Radiographic test
    4. Wire rope test
    5. Dye penetrant test
  4. Pengujian Pesawat AngkatPengujian dilakukan setelah pemeriksaan secara menyeluruh hasilnya memenuhi syarat. Pengujian ini menjadi tanggung jawab pegawai pengawas atau ahli K3 pesawat angkat (Berdasarkan UU No.1 Tahun 1970) dan Permen No. 5 Tahun 1985 Tentang Pasawat angkat dan angkut .Jenis-Jenis Pengujian:
    1. Uji tanpa beban Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan apakah semua alat pengaman pada pesawat angkat yang diuji berfungsi dengan baik.Pengujian ini meliputi:
      1. Uji kecepatanUntuk mengetahui dan memastikan kecepatan hoisting dan lowering
      2. Pengujian alat pengaman dan alat penunjuk untuk mengetahui dan memastikan fungsi dari:
        • Limit switch
        • Penunjuk tekanan dan temperature
        • Rem hoisting dan lowering
        • Penunjuk sudut boom
    2. Uji beban dinamis Tujuan uji beban dinamis adalah untuk mengetahui dan memastikan semua alat pengamannya tetap bekerja dengan baik pada saat mengangkat beban.Pengujian ini meliputi:
      1. Mengangkat dan menurunkan beban dengan menggunakan wire rope hoist dengan beban sebesar 25%, 50%, dan 100% dari Safe Working Load (SWL)
      2. Mengangkat dan menurunkan boom dengan beban sebesar 25%, 50%, dan 100% dari Safe Working Load (SWL)
      3. Memutar (swing) sebesar 180° dengan membawa beban sebesar 25%, 50%, dan 100% dari Safe Working Load (SWL)
    3. Uji beban statis Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui dan memastikan kekuatan struktur rem dari pesawat angkat, berat beban yang diangkat adalah 110%, dan atau 125% dari Safe Working Load (SWL).

4. Uji NDT

Kami PT. Sahabat Indonesia Group Adalah perusahaan jasa K3 yang bergerak dalam bidang Konsultasi Kajian Teknik, SKK, SLF dan Jasa Pemeriksaan Pengujian Alat K3 untuk membantu pelaksanaan pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan peraturan perundangan.

PT. Sahabat Indonesia Group ditunjuk oleh KEMNAKER R.I untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengujian Alat K3. Untuk Informasi Lebih lanjut Whatsapp

Uji Riksa Forklift

Baca Juga : Tujuan Riksa Uji Forklift

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *